Standar Bangunan SPBU Pertamina

Posted

Standar Bangunan SPBU Pertamina

Dalam membangun sebuah SPBU, Pertamina sendiri telah memiliki Standarisasi.

Berikut Standarisasi Bangunana SPBU Pertamina :
* Desain bangunan harus disesuaikan dengan karakter lingkungan sekitar (contoh: letak pintu masuk, pintu
keluar, dan lain-lain);
* Elemen bangunan yang adaptif terhadap iklim dan lingkungan (sirip penangkal sinar matahari, jendela yang
menjorok kedalam, dan penggunaan material dan tekstur yang tepat);
* Desain bangunan SPBU harus disesuaikan dengan bangunan di lingkungan sekitar yang dominan;
* Arsitektur bangunan sarana pendukung harus terintegrasi dengan bangunan utama;
* Seluruh fasade bangunan harus mengekspresikan detail dan karakter arsitektur yang konsisten;
* Variasi bentuk dan garis atap yang menarik;
* Bangunan harus adaptif terhadap panas matahari dan pantulan sinar matahari dengan merancang sirip
penangkal sinar matahari dan jalur pejalan kaki/ trotoar yang tertutup dengan atap;
* Bangunan dibagi-bagi menjadi komponen yang berskala lebih kecil untuk menghindari bentuk massa yang
terlalu besar;
* Panduan untuk kanopi adalah sebagai berikut:
– Integrasi antara kanopi tempat pompa bensin dan bangunan diperbolehkan;
– Ketinggian ambang kanopi dihitung dari titik terendah kanopi tidak lebih dari 13’9’’. Ketinggian
keseluruhan kanopi tidak lebih dari 17’;
– Ceiling kanopi tidak harus menggunakan bahan yang bertekstur atau flat, tidak diperbolehkan
menggunakan material yang mengkilat atau bisa memantulkan cahaya;
– Tidak diperbolehkan menggunakan lampu tabung pada warna logo perusahaan.
* Panduan untuk pump island adalah sebagai berikut:
– Pump island ini terdiri dari fuel dispenser, refuse container, alat pembayaran otomatis, bollard
pengaman, dan peralatan lainnya;
– Desain pump island harus terintergrasi dengan struktur lainnya dalam lokasi, yaitu dengan
menggunakan warna, material dan detail arsitektur yang harmonis
– Minimalisasi warna dari komponen-komponen pump island, termasuk dispenser, bollard dan lain-lain.
* Sirkulasi/jalur masuk dan keluar:
– Jalan keluar masuk mudah untuk berbelok ke tempat pompa dan ke tempat antrian dekat pompa, mudah
pula untuk berbelok pada saat keluar dari tempat pompa tanpa terhalang apa-apa dan jarak pandang
yang baik bagi pengemudi pada saat kembali memasuki jalan raya;
– Pintu masuk dan keluar dari SPBU tidak boleh saling bersilangan;
– Jumlah lajur masuk minimum 2 (dua) lajur;
– Lajur keluar minimum 3 (tiga) lajur atau sama dengan lajur pengisian BBM;
– Lebar pintu masuk dan keluar minimal 6 m.

sumber : spbu.pertamina.com

Related Posts :
1. Syarat Lokasi SPBU Pertamina
2. Sarana dan Prasarana Standar Wajib dimiliki Oleh Setiap SPBU
3. Persyaratan Menjadi SPBU CODO